Wajib Pakai Masker

Kenakan masker saat berkegiatan di luar rumah!

Center for Disease Control and Prevention menyatakan, bahwa 25% orang dengan COVID-19 mungkin tidak menunjukkan gejala. Hal ini cukup mengkhawatirkan, karena orang positif Corona namun tanpa gelaja akan merasa dirinya baik-baik saja, sehingga bebas melakukan aktifitas dan berinteraksi dalam kehidupan sosialnya.

Upaya sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan mengenakan masker saat anda berada di luar rumah, untuk mengantisipasi situasi ketika physical distancing sulit dilakukan. Cukup gunakan masker kain bagi anda yang sehat, dan bagi anda yang sakit, silakan tinggal di rumah saja #stayathome #tetapdirumah.

Mari peduli pada sesama! Lakukan perbuatan baik walau sekecil apapun, kenakan masker saat berkegiatan di luar rumah, dan jadilah garda terdepan pemutus mata ranti penyebaran wabah corona.


Makna PSBB

Pagi Sedulur, semoga dalam keadaan sehat selalu😊

PSBB bukan KSBB lho Lur😅. Informasi Sedulur, PSBB merupakan Pembatasan Sosial Berskala Besar dimana adanya pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Covid-19 sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran Covid-19.
Adapun wilayah yang dapat diusulkan untuk PSBB adalah wilayah yang jumlah kasus atau jumlah kematian akibat penyakit Covid-19, menyebar secara signifikan dan cepat ke beberapa wilayah serta ada kaitan epidemologis dengan kejadian serupa di wilayah/negara lain.

Sehingga memang untuk mencegah adanya penyebaran Covid-19 kita benar-benar harus mengindahkan segala himbauan dari Pemerintah Lur, mari bersama optimis dalam memerangi Covid-19 😉

Jangan lupa yang masih beraktifitas #diRumahAja, tetap jaga produktifitas dan selalu sebarkan warta positif Lur.


JogjaElingLanWaspada

BersamaLawanCorona

JogjaBisa

Covid19

LawanCovid19

kominfodiy

JogjaIstimewa

Corona Kita Lawan, Ramadhan Kita Jelang

Bulan Ramadhan akan segera datang, Ayo bersama-sama kita berihktiar agar virus covid 19 ini sirna, supaya kita bisa beribadah dengan tentram dan aman di bulan nan suci Ramadhan.

Saatnya kita Bersatu bergandengan satu sama lain saling menguatkan saling support, dan seraya terus berdoa agar virus #corona segera hilang atau dapat diatasi di Indonesia. Kita, keluarga kita dan kalian semua sahabatku sehat dan kuat

Taat dengan Peraturan Ulama’ dan Umaro’ adalah Wajib Bagi kita. Terlebih dalam Pandemi Wabah COVID-19 seperti ini. Untuk menyambut datangnya bulan Suci Ramadhan mari kita bersama-sama Taati Himbauan. Semoga Bumi ini lekas pulih kembali.

Mari membantu pemerintah dalam memutus penyebaran virus Covid 19. ingat hanya Aku dan Kamu yang bisa membantu pemerintah.
Bekerja-Beribadah-Belajar di Rumah.

Semoga wabah virus Covid 19 segera lenyap di bumi Indonesia.
Terimakasih untuk selalu:

dirumahaja #jagajarak #cucitanganpakaisabun #wfh #jagaimuntubuh #waspadaharuspanikjangan #cegahcovid19

desa #sardonoharjo #desasardonoharjo #ngaglik #sleman #yogyakarta

sumber: santridesign

Jenis Masker

Salam sehat #sobat, Sesuai rekomendasi WHO apabila keluar rumah wajib ya pakai masker. Yuk kenali 3 Jenis masker yang sering dipakai. .
.
Jika harus beraktifitas diluar rumah maka tetap pakai masker, jaga jarak, tak usah salaman dan cipika cipiki, sering cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir dan jangan lupa berdoa selalu meminta perlindungan kepada Allah untuk diri, keluarga, sahabat, dan masyarakat Indonesia ✊🏼🙏🏼 Mari kita #bersamalawancorona #DiRumahAja #JagaJarakSehat Repost from: @kpu_ri

Orang Tanpa Gejala/ OTG

• • • • • •
Sedulur apakah sudah tau terkait OTG? wah apa ya? 🤔

OTG adalah singkatan dari Orang Tanpa Gejala terkait Covid-19. Benar, beberapa hari lalu diumumkan oleh Kemenkes RI bahwa terdapat penambahan baru istilah selain PDP (Pasien dalam Pengawasan) dan ODP (Orang dalam Pemantauan). Kategori OTG meliputi kedua istilah yaitu PDP dan ODP. Bahwa diketahui orang tanpa gejala tidak menunjukan gejala apapun jika terkonfirmasi positif Covid-19.

Maka dari itu, mari Sedulur kita harus bahu membahu untuk menangkal penyebaran Covid-19 dengan apa? mengikuti anjuran pemerintah yaitu dengan melakukan physical distancing, cuci tangan, menjaga kebersihan, melakukan isolasi mandiri jika merasakan gejala Covid-19 dan terus membagikan kabar positif untuk masyarakat.

Yuk simak info di atas, jangan lupa bagikan kepada seluruh rekan, keluarga dan orang tersayang 😊


Himbauan Pemerintah Desa

. Hai gaess, mengingatkan kembali himbauan dari pemerintah desa yang tertuang dalam instruksi kepala desa terkait kewaspadaan dalam penyebaran & pencegahan wabah COVID-19 untuk warga Desa Sardonoharjo;

Tetap Tenang, Waspada, & Jangan Panik ya gaess;

Donasi Lumbung Warga

. Sardonoharjo Tanggap COVID-19 (STACO)

OPEN DONASI LUMBUNG WARGA

Wabah pandemi COVID-19 telah menyebar ke berbagai wilayah.
Semua sektor ekonomi mengalami stagnan. Sehingga ketahanan pangan perlu segera disiapkan untuk memenuhi kebutuhan semua warga.

Tim Satgas COVID-19 Desa Sardonoharjo bekerjasama dengan semua lembaga & unsur desa membuka donasi dalam rangka penguatan ketahanan pangan warga Desa Sardonoharjo.

Donasi dapat ditransfer melalui:
Rekening BRI
No. Rek: 3070-01-000752-52-4
a/n Karang Taruna Dharma Satria Nusantara

Selain transfer, donasi berupa barang akan dikumpulkan di Lantai 2 Kantor Desa Sardonoharjo.
Bekerjasama dengan Tim SEJUK Karang Taruan Desa, donasi tunai & barang dapat dikirim & diambil.

Keterangan & informasi lebih lanjut dapat menghubungi hotline tim:
0821-3735-1999

Pembentukan Satgas Covid-19 Desa Sardonoharjo

. Pembentukan Satgas COVID-19 Desa Sardonoharjo

Sebagaimana kita ketahui, pandemi COVID-19 telah mewabah di Indonesia, tak terkecuali di Yogyakarta yang mana merupakan wilayah yang komplek dari segala sisi masyarakatnya. Wilayah yang merupakan pusat pendidikan, destinasi wisata, dan lainnya yang menjadikan Yogyakarta rentan terkena pandemi COVID-19 ini.

Sampai saat ini jumlah dari Yogyakarta Tanggap COVID-19 per 27 Maret 2020 mencapai 133 telah diperiksa, 37 negatif, 19 positif, 1 sembuh & 3 meninggal. Sedang jumlah dalam proses uji lab 87 dengan 4 diantaranya meninggal yang tersebar diseluruh wilayah DIY.

Desa Sardonoharjo termasuk salah satu wilayah yang rentan dimana banyak mahasiswa yang tinggal berdomisili di Sardonoharjo, perpindahan penduduk terutama pendatang yang tinggi, penginapan-homestay yang banyak berdiri, perumahan yang semakin mudah didirikan menjadikan Desa Sardonoharjo termasuk wilayah yang rentan.

Pemerintah Desa Sardonoharjo melihat, mengetahui & memahami keresahan di masyarakat, telah mengambil langkah konkret dalam rangka pencegahan & penanganan pandemi COVID-19 ini dengan membentuk Satgas COVID-19 Desa Sardonoharjo, sesuai dengan arahan Kementrian Desa dalam Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 tentang Desa Tanggap COVID-19 & Penegasan Padat Karya Tunai Desa.

Satgas dibentuk pada hari Jum’at, 27 Maret 2020 di Pendopo Desa Sardonoharjo dengan melibatkan berbagai elemen diantaranya Perangkat Desa, Destana, Karang Taruna, Linmas, LPMD, FKPM Pasutren, & juga Komunitas Banyu Bening.

Tugas Satgas Desa COVID-19:

A. Melakukan pencegahan melalui langkah-langkah sebagai berikut:

Melakukan edukasi melalui sosialisasi yang tepat dengan menjelaskan perihal informasi terkait dengan COVID-19, baik gejala, cara penularan, maupun langkah- langkah pencegarannya.

Mendata penduduk rentan sakit, seperti orang tua, calita, serta orang memiliki penyakit menahun, penyakit tetap dan penyakit kronis lainnya.

Mengidentifikasi fasilitas-fasilitas desa yang bisa dijadikan sebagai ruang isolasi.

Melakukan penyemprotan disinfektan dan menyediakan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) di tempat umum seperti balai desa.

Menghubungi petugas medis dan/ a tau Sadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk langkah atau tindak lanjut berikutnya terhadap warga yang masuk ruang isolasi.

C. Senantiasa melakukan koordinasi secara intensif dengan Pemerintah Kabupaten/Kota c.q Dinas Kesehatan dan/atau Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa atau sebutan lain serta BPBD.

Susunan Tim Satgas COVID-19 Desa Sardonoharjo ini langsung dikomandoi oleh Bapak Harjuno Wiwoho, SE selaku Kepala Desa Sardonoharjo. Terus pantau & ikuti arahan yang disampaikan oleh satgas melalui dukuh, RW, RT & media online desa agar wabah pandemi COVID-19 ini dapat kita cegah & tangani bersama. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang. Waspada boleh, panik jangan. (YIW)